Ketika usia ku masih sangat belia ketika itu ku duduk di bangku SD dimana ku diajarkan tentang banyak pengetahuan dan pejaran dasar. Saat itu aku dan teman-teman di kelas ku diajukan sebuah pertanyaan oleh wali kelas ku.
Beliau bertanya kepada kami semua "Apa impian kalian ketika besar nanti?"
Kami pun menjawab satu persatu, ada teman ku yang ingin menjadi seorang dokter, seorang guru dan menjadi seorang karyawan. Dan aku sendiri menjadi "aku mempunyai impian menjadi seorang aktor yang terkenal" entah apa impian itu menjadi hal yang sangat ku inginkan saat itu.
Hari demi hari ku lalui, beranjak ku duduk di bangku SMP, saat itu aku pun diajukan pertanyaan yang serupa ketika aku duduk di bangku SD kelas 2. Saat itu ku baru mulai Masa Orientasi Siswa atau yang dikenal MOS mungkin saat ini untuk tingkat SMP dan SMA adalah MOPD.
Pada waktu itu yang bertanya hal yang sama adalah kakak kelas ku yang menjadi paniti pendamping dalam MOS tersebut, dia bertanya kepada kami semua peserta MOS. "Apa impian kalian ketika lulus SMP?"
Hal serupa yang ku ingat dan selalu menjadi bayang-banyang diri ku adalah menjadi seorang aktor yang terkenal. Namun ketika ku menjawab ingin menjadi "seorang aktor terkenal" kakak paniti tertawa dan seolah-olah tidak yakin akan kemampuan ku dalam berakting. Memang saat itu mereka tidak mengenal siapa aku dan kemampuan ku.
Hari demi hari telah berlalu, hingga akhirnya ku naik kelas 2 SMP. Saat itu aku baru menjadi mengapa kakak kelas ku dulu tertawa dan seakan-akan mengejek impian ku itu, aku baru menyadari bahwa impian itu tidak akan ku gapai jika orang lain tidak mengenal diri ku dan jati diri ku ku yang sesungguhnya.
Pada saat itu adalah masa-masa pencalonan ketua osis untuk menggantikan osis yang lama atau regenerasi suatu organisasi dengan struktur dan anggota yang baru. Saat itu pula aku mencalonkan diri menjadi anggota OSIS dan aku terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS yang mempunyai peran penting dalam suatu organisasi OSIS tersebut.
Masa jabatan ku genap satu tahun, dan ku pun duduk di kelas 3 SMP. Terbesit pikiran ku tentang impian ku tersebut yaitu "menjadi aktor terkenal" namun ketika itu ku berpikir dan merenung sehingga timbul pertanyaan dalam diri ku.
Apa hebatnya menjadi seorang aktor terkenal?
Apakah itu mampu membuat kita menjadi dikagumi banyak orang?
Setiap malam ku memikirkan pertanyaan tersebut hingga aku lulus SMP pun aku tidak menemukan jawaban pada diri ku.
Kini ku melanjutkan ke SMK yang aku pilih, namun tidak kesampaian sehingga ku melanjutkan ke SMK yang pada awalnya tidak menjadi pilihan dalam hati ini. Saat kelas 1 SMK aku sering tidak masuk, bahkan aku sering bolos dan bermain ke sekolah SMP ku tersebut.
Ketika malam tiba pertanyaa tersebut kembali muncul dalam benak ku dan selalu menghantui pikiran ku yaitu
Apa hebatnya menjadi seorang aktor terkenal?
Apakah itu mampu membuat kita menjadi dikagumi banyak orang?
Aku pun merenung dan memikirkan pertanyaan tersebut. Aku membayangkan dan mencoba membayangkan jika menjadi seorang aktor terkenal. Dalam lamunan ku ternyata menjadi aktor tidak semudah dan seindah yang ku inginkan dan ku impikan. Menjadi aktor sangat-sangat beban dalam hidup ku. Pada saat itu aku pun mencoba menghilangkan impian ku menjadi seorang aktor terkenal dan fokus sama sekolah ku itu.
Beranjak ku duduk di kelas 2 SMK. Aku mencoba mempelajari kembali apa makna dari ku duduk di SMK yang awalnya bukan pilihan hati ku. Saat itu aku mulai suka dengan yang namanya elektronik yang kebetulan aku sekolah kejuruan yaitu jurusan Teknik Komputer Jaringan. Ketika itu aku mulai membaca dan mempelajari apa yang belum dipelajari oleh orang lain dan aku berusaha ingin bisa dan lebih bisa dari teman-teman ku.
Akhirnya aku menjadi seorang yang dipercaya mengurus Lab komputer. Setiap harinya ku mencoba memberikan pengetahuan ku kepada teman-teman tentang apa yang telah ku pelajari. Pada saat itu aku baru menyadari bahwa menjadi seorang aktor itu tidak perlu terkenal, namun hanya perlu ditanamkan apakah kita bermanfaat untuk orang lain dan apakah kita dibutuhkan oleh orang banyak.
Saat itu aku mulai berbagi pengetahuan yang aku ketahui kepada teman-teman ku dikelas. Kami saling bertanya dan saling berbagi cerita tentang pengalaman ketika SMP dan bercerita tentang kepribadian masing-masing. Ketika itu ku menemukan keluarga baru yang penuh canda tawa dan kebahagiaan saling berbagi keluh kesah bahkan minum segelas kopi pun kami bersama.
Impian kini hanya sebuah angan yang terlupa dan kini impian yang lalu berganti dengan impian yang baru.
Saat itu ku mulai mempunayi sebuah impian, yaitu bagaimana caranya ku untuk menadi seorang yang sukses dalam dunia IT. Baik sukses dalam memberi informasi tentang IT. Ketika itu pula aku mencoba untuk menulis dan menulis, namun saat itu ku menulis bukan tentang IT namun tentang sastra yaitu menulis sebuah puisi dan kata-kata mutiara. Entah apa yang aku tulis, semua adalah ungkapan kata-kata yang ada di dalam hati ku.
Ku mulai berpikir kembali, apa susahnya menjadi seorang penulis? ternyata memang sulit, disana kita harus mempelajari dan memahami apa yang kita tulis dan apa yang akan kita tulis, sert apakah tulisan tersebut menyakiti orang lain atau tidak.
Ku mencoba menulis dari kata-kata yang keluar dalam diri ku tentang perasaan, pikiran dan hati. Baik ketika suasana hati ku sedang galau, senang maupun sedih. Ku mencoba membuka semua media dalam diri ku, membuka cakrawala dalam ingatan ku dan melepas semua beban dalam hati ku.
Setiap hari setiap jam aku menulis sebuah puisi berceritakan tentang keluh kesah ku, menceritakan semua tingkah laku ku, perasaan ku dan kesedihan ku.
Genap satu tahun aku menulis hingga ku duduk di kelas 3 SMK, saat itu aku berusaha fokus tentang Ujian Nasional. Karena ku ingin menjadi seorang juara dalam kejuruan ku. Ternyata aku mendapatkan nilai kejuruan dengan hasil yang memuaskan meskipun tidak setinggi yang ku harapkan.
Setelah lulus SMK aku membantu guru-guru SMP ku, ku mengajarkan tentang bagaimana cara mengunakan komputer dengan baik dan mengenal sosok komputer seperti mengenal diri sendiri. Karena komputer adalah benda mati yang jika kita perhatikan dan kita sayangi dia akan menjadi benda yang luar biasa yang mampu meringankan perkejaan yang kita lakukan. Disana ku menata pendataan arsip surat dan pendataan siswa disana.
Dari sana banyak hal yang ku pelajari dan ku mengerti, ternyata menjadi seorang yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain jauh lebih terkenal dari pada menjadi seorang aktor terkenal. Keunikan yang mampu ku pahami, kebahagiaan yang tak kan mungkin terganti adalah kata yang tepat tentang mencari jati diri.
Sejalan dengan waktu dan sejauh udara menghepaskan langkah ku....
Banyak kata yang tak mampu terucap... Banyak Cerita yang tak mampu terjawab...
Kini ku memahami dan mengerti bahwa hal terkecil yang kita perbuat mampu berdampak baik dan berdampak buruk untuk kita sendiri. Baik buruknya seseorang bukan dinilai dari penampilan, namun dinilai dari hati dan jati diri. Terkadang penampilan memang bisa menipu, namun hati dan jati diri tidak akan pernah bisa ditipu.
Saat itu ku mencoba kembali dan berusaha mencari apa yang menjadi impian ku?
Hingga kini aku pun tak tahu apa yang menjadi impian ku dan menjadi harapan ku, karena terlalu banyak yang ku inginkan sehingga aku tak mampu untuk memilih salah satu dari yang ku inginkan.
Ku hanya bisa menjalani dan terus mencari impian ku yang ku inginkan.
Seorang teman pernah berkata kepada ku, jangan lah kau mengejar kesuksesan dengan satu hal yang kau kerjakan, namun carilah kesempurnaan untuk meriah semua itu.
Dalam hati aku berpikir, apa yang dimaksud dengan kesempurnaan tersebut?
Setiap kali ku mempelajari hal yang baru. Aku teringat kata-kata teman ku itu, dan ku mulai mekirkannya setiap kata yang diucapkannya.
Aku mencoba bertanya kepada teman ku yang lain tentang perkataan teman ku itu. Teman ku yang ku tanya menjawab, bahwa kesempurnaan adalah bagaimana cara kita mempelajari hal-hal yang kita sukai tanpa paksaan.
Aku mulai mengerti tentang arti kesempurnaan, bahwa kesempurnaan adalah hal yang kita sukai dan yang selalu kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan.
Aku Menjadi Aktor dalam Diri ku
Impian ku kini telah ku capai meski tidak semuanya ku capai. Namun kini ku telah menjadi aktor seperti yang menjadi impian waktu ku kecil dulu.
Menjadi aktor dalam diri sendiri lebih menyenangkan dari pada menjadi diri orang lain.
Kita tidak haru meniru orang lain untuk menjadi ternal, kita dapat terkenal dengan menjadi diri sendiri.Tanpa batasan dan tanpa paksaan, apa yang kita lakukan apa yang kita kerjakan akan selalu membuat kita semakin terkenal.Karena tidak ada yang meniru apa yang kita lakukan dan kita tidak meniru apa yang orang lain lakukan.
Ku masih ingin bercerita
Ketika hari mulai berlalu... Waktu pun kan pergi...
Ketika mimpi menjadi satu... Maka Sukses kan didapati...
Bersambung ...


0 comments:
Post a Comment